<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komen bagi: Masalah &amp; Bidaah: Berzikir dengan suara keras dilarang</title>
	<atom:link href="http://solat.wordpress.com/2008/04/13/masalah-bidaah-berzikir-dengan-suara-keras-dilarang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://solat.wordpress.com/2008/04/13/masalah-bidaah-berzikir-dengan-suara-keras-dilarang/</link>
	<description>Solat Cara Nabi s.a.w.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Sep 2009 22:23:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: malay guy</title>
		<link>http://solat.wordpress.com/2008/04/13/masalah-bidaah-berzikir-dengan-suara-keras-dilarang/#comment-27</link>
		<dc:creator>malay guy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 07:30:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://solat.wordpress.com/?p=19#comment-27</guid>
		<description>Yang ini memang saya setuju sangat.  Dalam Quran sebut dengan jelas, berzikir dengan nada lembut dan perlahan-lahan.  Tidak mengeraskan dan tak zikir guna suara soprano.  Yang penting ungkapan itu disebut berulang-ulang semata-mata untuk meresap dalam hati.  Apa yang meresap ... rasa takut pada Allah dan kagum kepada kebesaranNya melalui ungkapan kalimah itu.  Serta sebagai ungkapan terima kasih kepadaNya.  Macam kita terima kasih kepada orang yang berbudi pada kita ketika kita kesusahan, berulang-ulang kita ucap terima kasih dan amat merasai kegembiraan di hati dengan ucapan terima kasih itu.  Tentu kita tidak terjerit-jerit dan mengeraskan suara mengucapkan terima kasih.  Sudah tentu lembut nadanya dan dalam kemesraannya. 

Apatah lagi zikrullah ... menyebut dengan penuh rasa syukur dan takjub kepada kekuasaanNYa.  Wallahu a&#039;lam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang ini memang saya setuju sangat.  Dalam Quran sebut dengan jelas, berzikir dengan nada lembut dan perlahan-lahan.  Tidak mengeraskan dan tak zikir guna suara soprano.  Yang penting ungkapan itu disebut berulang-ulang semata-mata untuk meresap dalam hati.  Apa yang meresap &#8230; rasa takut pada Allah dan kagum kepada kebesaranNya melalui ungkapan kalimah itu.  Serta sebagai ungkapan terima kasih kepadaNya.  Macam kita terima kasih kepada orang yang berbudi pada kita ketika kita kesusahan, berulang-ulang kita ucap terima kasih dan amat merasai kegembiraan di hati dengan ucapan terima kasih itu.  Tentu kita tidak terjerit-jerit dan mengeraskan suara mengucapkan terima kasih.  Sudah tentu lembut nadanya dan dalam kemesraannya. </p>
<p>Apatah lagi zikrullah &#8230; menyebut dengan penuh rasa syukur dan takjub kepada kekuasaanNYa.  Wallahu a&#8217;lam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
